Jumat, 06 April 2012

Panduan font hanacaraka



Q
     q
   Q
W
   w  
   W
E
       e
   E 
R
    r  
   R
T
   t 
    T
Y
  y
    T
U
   u 
  U
I
    i
  I
O
  o
  O
P
  p
  P
[
  [
     (
  ]
     ]
     } 
a
a    
  A
s
 s
S
d
    d
    D
f
   f
    F
g
   g
    G
h
h
H
j
   j
   J
k
k
    K
l
  l
   L
;
;
:
 
  
Z
   z
    Z
X
X
 X
c
 c
  C
v
  v
  V
b
 b
  B
n
  n
  N
m
 m
  M
,
,
  < 
.
.
  >
/
/
  ?
1
1
1
2
2
2
3
3
3
4
4
4
5
5
5
6
6
6
7
7
7
8
8
8
9
9
9
0
0
0
-
-
  _
=
=
  +
`
   `
   ~
\
  \
   |

PLM KOCIL AJA





LAPORAN AKHIR
PENELITIAN LATIHAN MAHASISWA

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA
MELALUI KOCIL AJA (KOMIK CILIK AKSARA JAWA)
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SURYOWIJAYAN
KECAMATAN MANTRIJERON, YOGYAKARTA


Diusulkan oleh
Adhy Putri Rilianti                 09108244062/2009
Saryanto                                  10108241115/2010
Ardy Fajar Setyawan              10108241089/2010




FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR PENELITIAN LATIHAN MAHASISWA

1.    Judul Penelitian   : Peningkatan Keterampilan Membaca Aksara Jawa melalui Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa) pada Siswa Kelas V  SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta
2.    Bidang Ilmu        : Pendidikan
3.    Ketua Pelaksana Penelitian
a.    Nama Lengkap                          : Adhy Putri Rilianti
b.    NIM                                           : 09108244062
c.    Program Studi                           : PGSD
d.   Universitas                                : Universitas Negeri Yogyakarta
e.    Alamat Rumah dan No Tel./HP            : Pugeran MJ II/329 Yogyakarta/
  085643660284
f.     Alamat email                             : adhyputririlianti@yahoo.com
4.    Anggota Pelaksana                         : 2 orang
5.    Dosen Pendamping
a.    Nama Lengkap dan Gelar         : Arif Rohman, M. Si.
b.    NIP                                            : 19670329 199412 1 001
c.    Alamat Rumah dan No Tel./HP            : Jalan Parangtritis Km 14 Gelangan RT 15
  Patalan Jetis Bantul Yogyakarta/
  081328078062

 Yogyakarta, 11 November  2011
Dosen Pendamping                                         Ketua Pelaksana Kegiatan


Arif Rohman, M. Si.                                       Adhy Putri Rilianti
NIP 19670329 199412 1 001                         NIM 09108244062

Kaprodi PGSD                                               Wakil Dekan III FIP


ii
H. A.M. Yusuf, M.Pd.                                                Bambang Saptono, M. Si.
NIP 19511217 198103 1 001                         NIP 19610723 198803 1 001

ABSTRAK

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA
MELALUI KOCIL AJA (KOMIK CILIK AKSARA JAWA)
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SURYOWIJAYAN
KECAMATAN MANTRIJERON, YOGYAKARTA

Oleh: Adhy Putri Rilianti, Saryanto, dan Ardy Fajar Setyawan


Penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa melalui Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek seluruh siswa kelas V di SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Kegiatan penelitian meliputi penetapan masalah, perencanaan tindakan, rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, refleksi, dan simpulan.
Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kocil Aja untuk pembelajaran membaca aksara Jawa tidak dapat meningkatkan keterampilan membaca askara Jawa secara signifikan karena sebagian siswa masih menggunakan bantuan panduan aksara Jawa untuk membaca kata, frasa, atau kalimat. Namun, dapat meningkatkan perhatian, motivasi, dan partisipasi siswa.


Kata kunci: Keterampilan membaca aksara Jawa, Kocil Aja, siklus I, siklus II




DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................................  i
Halaman Pengesahan .......................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................  1
A.    Latar Belakang ....................................................................................  1
B.     Perumusan Masalah .............................................................................  2
C.     Tujuan ..................................................................................................  2
D.    Luaran yang diharapkan ......................................................................  2
E.     Kegunaan .............................................................................................  2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................  4
A.    Keterampilan Membaca Aksara Jawa ..................................................  4
B.     Karakteristik Siswa SD Kelas V .........................................................  7
C.     Kocil Aja .............................................................................................  8
BAB III METODE PELAKSANAAN ..........................................................  11
A.    Pendekatan Penelitian .........................................................................  11
B.     Desain Penelitian .................................................................................  12
C.     Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data .....................................  14
D.    Cara Penafsiran dan Penyimpulan Hasil Penelitian .............................  15
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................  16
A.    Hasil Tindakan Siklus I .......................................................................  16
B.     Hasil Tindakan Siklus II ......................................................................  18
C.     Peningkatan Keterampilan Membaca Aksara Jawa .............................  19
D.    Jadwal Kegiatan ..................................................................................  19
E.     Realisasi Biaya .....................................................................................  20
BAB V PENUTUP .........................................................................................  21
A.    Kesimpulan ..........................................................................................  21
B.     Saran ....................................................................................................  21
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................  22
LAMPIRAN ...................................................................................................  24

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Indonesia memiliki beragam kebudayaan daerah. Aksara Jawa merupakan salah satu keanekaragaman kebudayaan daerah tersebut. Mengingat perkembangan kebudayaan global yang berkembang saat ini, warga negara Indonesia berkewajiban melestarikan kebudayaan itu agar tidak hilang ditelan zaman.
Upaya pelestarian kebudayaan daerah, khususnya kebudayaan Jawa telah dilakukan misalnya dengan memasukkan materi Bahasa Jawa dalam mata pelajaran muatan lokal. Pembelajarannya pun telah disesuaikan dengan karakteristik siswa.
Namun, kenyataan yang terjadi adalah siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca aksara Jawa dengan lancar. Hal ini dialami oleh siswa-siswi Kelas V SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Mereka mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan membaca aksara Jawa. Nilai-nilai pada tes membaca aksara Jawa banyak yang belum memenuhi standar kelulusan.
Bentuk-bentuk aksara Jawa yang beraneka ragam juga membuat siswa kesulitan menghapalkannya. Alokasi waktu yang diberikan pada kurikulum pendidikan saat ini (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/ KTSP) yang hanya dua jam pelajaran juga membuat siswa kurang maksimal dalam mengembangkan keterampilan membaca aksara Jawa.
Pada hakikatnya, anak usia sekolah dasar (SD) masih senang bermain, belum bisa berpikir abstrak, dan senang dengan hal-hal yang konkrit. Anak lebih senang menonton film atau membaca komik daripada harus membaca buku teks. Pembelajaran aksara Jawa yang dilaksanakan saat ini masih berkutat pada metode ceramah yang membuat siswa enggan mempelajari aksara Jawa. Inovasi dalam menyampaikan pembelajaran aksara Jawa perlu dilakukan agar anak tertarik untuk belajar aksara Jawa sehingga keterampilannya dalam membaca aksara Jawa pun dapat meningkat.
Dari berbagai latar belakang tersebut, maka penelitian ini disusun dengan judul “Peningkatan Keterampilan Membaca Aksara Jawa melalui Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa) pada Siswa Kelas V SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta”. Dengan menggunakan cerita bergambar (komik), siswa akan lebih tertarik untuk membaca. Jika siswa senang mempelajari, maka materi akan mudah terpateri. Dengan demikian, keterampilan siswa dalam membaca aksara Jawa dapat berkembang.

B.       Perumusan Masalah
Bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca aksara Jawa melalui Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa) pada siswa kelas V di SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta?

C.      Tujuan
Untuk meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa melalui Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa) pada siswa kelas V di SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta.

D.      Luaran yang Diharapkan
1.      Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa)
2.      Artikel Ilmiah

E.       Kegunaan
1.      Bagi Sekolah, Guru, dan Siswa
a.    Kocil Aja dapat digunakan sebagai sumber belajar yang dapat mempermudah penyampaian materi dalam pembelajaran.
b.    Memperkaya metode pembelajaran yang kreatif.
c.    Meningkatkan minat baca siswa.
d.   Anak dapat belajar dengan situasi yang santai sesuai dengan kondisi mereka

2.      Bagi Pemerintah dan Masyarakat
a.    Dapat membantu terlaksananya program peningkatan minat baca dan HDI (Human Development Index) Indonesia.
b.    Membangun kerjasama dalam bidang pendidikan antara sekolah dengan pihak dinas pendidikan, penerbit, penelaah, dan pihak lain yang terkait.
c.    Salah satu upaya pelestarian kebudayaan daerah.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.      Keterampilan Membaca Aksara Jawa
Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit dan melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. (Crawley dan Montain, 1995 dalam Rahim 2005:2). Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, tertulis bahwa membaca adalah melihat serta memahami apa yang tertulis dengan melisankan atau dalam hati. Membaca dapat pula diartikan sebagai metode yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri maupun dengan orang lain (Tarigan, 1986:8). Hodgson (dalam Tarigan, 1985:7) mengemukakan bahwa membaca ialah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis. Dalam hal ini, membaca selain sebagai suatu proses, juga bertujuan. Selanjutnya, Anderson dalam Tarigan (1985:7) berpendapat bahwa membaca adalah suatu proses kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambing-lambang bahasa tulis.
Aksara Jawa, merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Bentuk aksara dan seni pembuatannya pun menjadi suatu peninggalan yang patut untuk dilestarikan. Tak hanya di Jawa, aksara Jawa ini juga digunakan di daerah Sunda dan Bali, walau ada sedikit perbedaan dalam penulisannya. Namun, sebenarnya aksara yang digunakan sama saja (M. Sahid, 2010 dalam http://www.ptun-yogyakarta.go.id).
Gambar 1 Aksara Jawa
Sumber: http://nindityo.files.wordpress.com/2008/04/hurufjawa2oq0.gif

Aksara Jawa berjumlah 20 huruf pokok yang terdiri dari Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga. Aksara Jawa ini dinamakan Aksara Legena. Sebagai pendamping, setiap suku kata tersebut mempunyai pasangan, yakni kata yang berfungsi untuk mengikuti suku kata mati atau tertutup, dengan suku kata berikutnya, kecuali suku kata yang tertutup oleh wignyan, cecak dan layar. Tulisan Jawa bersifat Silabik atau merupakan suku kata. Sebagai tambahan, di dalam aksara Jawa juga dikenal huruf kapital yang dinamakan Aksara Murda. Penggunaannya untuk menulis nama gelar, nama diri, nama geografi, dan nama lembaga.
Gambar 2 Pasangan Aksara Jawa
Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbmM0Jfdag4hgtUZrmVK7h5EmS1eQTWVuID6dBxC-7nYX8IQjNPMX_Tst4vGm_nRLYazkNesRDZfiYt550Ort2vcr-YO-M2kRun2FCR8K9i9wAvpL3bnKarqhjhKNWW6zX_Oxcj4hyhsgu/s320/hjk.jpg
Gambar 3 Huruf Vokal Mandiri (Aksara Swara)
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/_8RSSsLObFmI/S2JRZfG9b0I/ AAAAAAAAADI/IXimayBtbjg/s320/Hanacaraka4.jpg
Gambar 4 Huruf Utama (Aksara Murda)
Sumber: http://ksupointer.com/wp-content/uploads/2009/11/aksara-jawa3.jpg
Gambar 5 Huruf Vokal Tidak Mandiri (Sandhangan)
Sumber: http://dhenokhastuti.files.wordpress.com/2011/04/aksara-jawa-sandhangan.png
tanda baca 
Gambar 6 Tanda Baca (Pratandha)
Sumber: http://dhenokhastuti.files.wordpress.com/2011/04/aksara-jawa-pratandha.png

Secara umum, bidang kajian pada pembelajaran Bahasa Jawa meliputi aspek mendengarkan (mirengake), berbicara (micara), membaca (maca), dan menulis (nyerat). Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, terutama dalam upaya penanaman nilai-nilai budi pekerti dan penguasaan Bahasa Jawa bagi siswa, pemerintah telah menetapkan dan memberlakukan Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Jawa berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 423.5/5/2010 tanggal 27 Januari 2010. Terbitnya surat keputusan tersebut, secara formal menandai bahwa mata pelajaran Bahasa Jawa menjadi mata pelajaran muatan lokal wajib untuk diajarkan sejak SD (Sasno, 2011 dalam http://galor2.sch.id). Sedangkan keterampilan membaca aksara Jawa meliputi ketepatan menyuarakan huruf, kelancaran membaca, dan kejelasan suara.

B.       Karakteristik Siswa SD Kelas V
Siswa kelas V SD (10-12 tahun) termasuk dalam masa kanak-kanak akhir. Menurut Piaget dalam Rita Ekka Izzati, dkk. (2008:105), masa kanak-kanak akhir berada pada tahap operasi konkret dalam berpikir (usia 7-12 tahun) dimana konsep yang pada awal masa anak-anak merupakan konsep yang samar-samar dan tidak jelas sekarang lebih konkret. Anak menggunakan operasi mental untuk memecahkan masalah-masalah yang aktual dan bersifat konkret. Anak mampu berpikir logis meski masih terbatas pada situasi sekarang.
Jean Jacques Rosseau (1712-1778) dalam M. Dalyono (2009:89) mengemukakan bahwa pada tahap perkembangan masa kanak-kanak (2 s.d. 12 tahun), perkembangan pribadi anak dimulai dengan makin berkembangnya fungsi-fungsi indra anak untuk mengadakan pengamatan. Perkembangan fungsi ini memperkuat perkembangan fungsi pengamatan pada anak. Bahkan dapat dikatakan, bahwa perkembangan setiap aspek kejiwaan anak pada masa ini sangat didominasi oleh pengamatannya.
Pada usia 10-12 tahun, anak mengalami klimaks perhatian pada kegiatan membaca (Rita dkk, 2008: 109). Dengan demikian, melalui media komik, anak dapat tertarik dan lebih mudah dalam memahami materi yang diajarkan.

C.      Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa)
Komik sebagai kata benda adalah gambar-gambar serta lambang-lambang yang terjukstaposisi dalam turutan tertentu, untuk menyampaikan informasi dan/ atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya (McCloud, 2008:9 dalam dalam http://hendiva87.blog.friendster.com).  Jika definisi komik menurut Scott McCloud ini dipakai, berarti komik sebenarnya sudah muncul beribu-ribu tahun lalu. Bahkan jauh sebelum Masehi. Tepat di Negeri Sphinx, ditemukan sebuah lukisan dalam kuburan Menna, seorang penulis di jaman Mesir Kuno (McCloud, 2008:14). Diperkirakan warisan “komik” itu dilukis pada 1.300 SM.
Gambar 7 Lukisan dalam kuburan Menna.
Sumber: http://hendiva87. blog.friendster.com/2010/02/bicara-sejarah-komik

Definisi komik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita bergambar (dalam majalah, surat kabar atau berbentuk buku) yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Komik menurut kutipan Marcel Bonnet dalam bukunya Komik Indonesia adalah salah satu produk akhir dari hasrat manusia untuk menceritakan pengalamannya, yang dituang dalam gambar dan tanda, mengarah kepada suatu pemikiran dan perenungan (Guntur Angkat, 2004 dalam http://re-searchengines.com).
Komik yang beredar di Indonesia pada awal peredarannya dibagi menjadi dua yaitu komik strip dan buku komik. Ada dua aliran utama yang mendominasi komik modern Indonesia, yaitu Amerika (lebih dikenal dengan comics) dan Jepang (dengan stereotype manga).
Gambar 8 Komik The Dark Knight Returns karya Frank Miller
Sumber: http://media.photobucket.com/image/komik%20 the%20dark%20knight/spacemonkey_fg/bats1.jpg

Komik Cilik Bahasa Jawa (Kocil Aja) adalah cerita bergambar berbahasa Jawa serta penulisannya dengan menggunakan huruf Jawa. Kocil Aja dicetak dalam bentuk mini ukuran 20 x 16 cm dan jumlah halaman tidak lebih dari 10 halaman. Kocil Aja berisi cerita kehidupan sehari-hari yang temanya dapat disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan atau telah diajarkan. Kocil Aja dibuat dengan ilustrasi yang menarik, kata-kata yang ringkas dan mudah dihafalkan. Ilustrasi dalam Kocil Aja juga dapat membuat siswa cenderung meniru, baik karakter tokoh-tokohnya, gerak-geriknya, maupun gaya dan kata-kata yang diucapkan para tokoh. Dengan demikian, Kocil Aja selain dapat meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa, juga dapat menanamkan karakter pada siswa.
KOCIL
Gambar 9 Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa)
Karya: Ardy Fajar Setyawan
BAB III
METODE PELAKSANAAN

A.      Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) atau PTK. Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu proses penelitian yang dinamis dalam kelas yang terdiri dari empat aspek, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Keempat aspek tersebut  harus dipahami bukan sebagai langkah-langkah yang statis, terselesaikan dengan sendirinya, tetapi lebih merupakan momen-momen dalam bentuk spiral yang menyangkut perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi (Kemmis & Taggart, 1982 dalam Suwarsih Madya, 1994).
Tujuan PTK adalah pengembangan kemampuan keterampilan guru untuk menghadapi permasalahan aktual pembelajaran di kelas atau di sekolah masing-masing. Penilitian ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan subjek dengan cara menerapkan  suatu metode baru yang dirasakan memiliki beberapa kelebihan.
Menurut Oja dan Smulyan yang dikutip Kasbollah (2000) dalam http://id.shvoong.com, terdapat empat bentuk penelitian tindakan yaitu
1.    penelitian tindakan guru sebagai peneliti,
2.    penelitian tindakan kolaboratif,
3.    penelitian tindakan stimultan terintegrasi, dan
4.    penelitian tindakan administrasi sosial eksperimental.
Peneliti memilih PTK karena ingin memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan memberikan tindakan-tindakan untuk memperoleh peningkatan kualitas tindakan yang diberikan. Peneliti berharap penelitian dapat mencapai hasil yang maksimal dalam melakukan tindakan dengan menggunakan Kocil Aja sebagai medianya untuk meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa siswa SD kelas V di SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Provinsi Yogyakarta.

B.       Desain Penelitian
Langkah-langkah dan urutan kegiatan yang akan dilakukan antara lain meliputi penyampaian materi pelajaran Bahasa Jawa, khususnya aksara Jawa, menyiapkan kondisi siswa di dalam kelas, pelaksanaan tindakan, mengevaluasi kemampuan dasar atau kompetensi siswa, mencatat kelebihan dan kekurangan siswa melalui pengamatan, melakukan diskusi permasalahan yang ditemukan dengan teman sejawat.
Rancangan penelitian ini divisualisasikan pada gambar di bawah ini:
gambar 1
Keterangan :
0: Perenungan
1: Perencanaan
2: Tindakan dan Pengamatan I
3: Refleksi I
4: Rancangan terevisi
5. Tindakan dan Pengamatan II
6. Refleksi II.





















































0evisi
5: Tindakan dan pengamatan II
6: Refleksi II
 










           
Gambar Proses Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian ini mengambil lokasi di SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yoyakarta, Provinsi Yogyakarta. Pemilihan lokasi tersebut karena prestasi belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Jawa khususnya keterampilan membaca aksara Jawa masih rendah. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan.
Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas V SD Negeri Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yoyakarta, Provinsi Yogyakarta, sebayak 22 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 12 perempuan dan seorang guru kelas sebagai kolaborator dan pengamat.
Pelaksanaan rencana tindakan disesuaikan dengan penelitian yang telah ditetapkan yaitu putaran spiral. Berikut ini adalah penjelasan tentang langkah-langkah tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini.
a.    Perencanaan Tindakan
1)   Permintaan izin, konfirmasi dan koordinasi untuk melakukan penelitian kepada kepala SD Negeri Suryowijayan.
Izin penelitian ditujukan kepada Kepala Sekolah dan Guru Kelas V SD Negeri Suryowijayan dengan surat pengantar dari FIP UNY tertanggal 11 Juli 2011. Peneliti diterima dengan baik dan diizinkan untuk melakukan penelitian dengan jadwal yang disepakati, yaitu Rabu, 20 dan 27 Juli 2011 dan dilanjutkan setelah liburan dengan waktu yang tidak ditentukan. Pertemuan ke-3 dan ke-4 dilakukan pada Sabtu dan Senin, 12 dan 14 November 2011.
2)   Identifikasi permasalahan keterampilan membaca aksara Jawa siswa kelas V.
Permasalahan yang dialami oleh siswa kelas V SD adalah sebagian besar siswa kesulitan dalam menghapalkan aksara Jawa. Guru kelas yang berasal dari luar Jawa juga mempengaruhi pembelajaran Bahasa Jawa di Kelas V SD Suryowijayan.
3)   Penentuan alur cerita dan pembuatan Kocil Aja.
4)   Penyusunan rencana kegiatan penelitian secara menyeluruh yang berupa siklus tindakan kelas.
b.    Rencana Tindakan Siklus
1)   Peneliti menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran Bahasa Jawa, yaitu alat tulis, buku sumber dan media (Kocil Aja).
2)   Peneliti sekaligus bertindak sebagai guru kelas memberi penjelasan mengenai materi pembelajaran aksara Jawa.
3)   Peneliti membagikan materi aksara Jawa dan Kocil Aja.
4)   Siswa membaca aksara Jawa pada Kocil Aja dengan benar.
5)   Guru menganalisis cara pengucapan huruf, kata atau kalimat pada saat siswa membaca Kocil Aja.
c.    Observasi
Observasi atau pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan terhadap interaksi guru, peneliti, dan siswa dalam pembelajaran dalam menerapkan menggunakan Kocil Aja untuk meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa, yaitu dengan memperhatikan aktivitas dan prestasi siswa dalam pembelajaran.
d.   Evaluasi
1)   Mengevaluasi hasil pembelajaran membaca aksara Jawa dengan beberapa kalimat aksara Jawa.
2)   Membandingkan hasil evaluasi pretest membaca aksara Jawa dengan hasil postest yang akan menentukan adanya peningkatan keterampilan membaca.
3)   Mencatat permasalahan yang timbul selama proses pembelajaran berlangsung.
4)   Menentukan tindakan yang harus dilakukan pada tindakan siklus kedua.
e.    Refleksi
1)   Peneliti mencatat dan melakukan analisis terhadap hasil pengamatan untuk mengetahui siswa selama proses pembelajaran yang perlu diperbaiki dan dikembangkan dalam tindakan selanjutnya.
2)   Berdasarkan hasil analisis, maka peneliti dapat menentukan langkah selanjutnya untuk mengatasi dan mengembangkan berbagai hal yang dihadapi melalui tindakan siklus kedua.

C.      Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
Sugiyono (2010: 309) mengemukakan bahwa teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner (angket), dokumentasi, dan gabungan keempatnya (triangulasi). Sedangkan Suharsimi Arikunto (1998: 138), menggolongkan teknik pengumpulan data (alat evaluasi) menjadi dua macam yaitu tes dan nontes. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan tes lisan.
1.         Observasi
Observasi atau pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan terhadap interaksi guru, peneliti, dan siswa dalam pembelajaran dalam menerapkan menggunakan Kocil Aja untuk meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa, yaitu dengan memperhatikan aktivitas dan prestasi siswa dalam pembelajaran.
Hasil pengamatan yang dicatat adalah
a.    perhatian siswa dalam menerima pelajaran,
b.    motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran,
c.    partisipasi siswa dalam pembelajaran.
2.         Tes Lisan
Tes lisan dilakukan untuk mengukur keterampilan membaca aksara Jawa, yaitu dengan membaca teks bacaan aksara Jawa. Berikut pedoman penilaian yang digunakan dalam proses evaluasi pada setiap siklus penelitian tindakan kelas :
No
Aspek
Skor Maksimal
1
Ketepatan menyuarakan tulisan
50
2
Kejelasan suara
20
3
Kelancaran membaca
30
Jumlah Skor
100

D.      Cara Penafsiran dan Penyimpulan Hasil Penelitian
Data yang telah didapat kemudian dianalisis. Penafsiran data dilakukan dengan menggunakan tabel perbandingan kemudian disimpulkan secara deskriptif.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.        Hasil Tindakan Siklus I
Pembelajaran Bahasa Jawa khususnya keterampilan membaca aksara Jawa untuk kelas V SD di SD Suryowijayan, Yogyakarta belum menggunakan silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pembelajaran menggunakan Kurikulum Muatan Lokal tahun 2000. Penelitian ini dilakukan pada kompetensi dasar “Maca aksara Jawa nganggo pasangan, sandhangan swara, lan panyigeg”.
Pada siklus I ini dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Pada setiap pertemuan, peneliti melakukan pengamatan yang akan digunakan sebagai masukan bahan refleksi serta dasar evaluasi selanjutnya.
Pada pertemuan pertama, siswa diingatkan kembali tentang aksara Jawa legena dan diajarkan mengenai sandhangan swara lan payigege. Peneliti bertindak sebagai guru kelas bertanya jawab dengan siswa mengenai aksara Jawa legena. Siswa belum mengetahui bahwa aksara Jawa yang mereka baca dinamakan aksara Jawa legena. Sebagai apersepsi, siswa diberi pengertian tentang aksara Jawa dan pentingnya mempelajari aksara Jawa.
Setelah melakukan apersepsi, peneliti sebagai guru kelas meminta siswa satu per satu mengucapkan kata dan frasa yang dicontohkan. Sebelum penelitan dilakukan, siswa belum pernah diuji kemampuan membacanya satu per satu oleh guru. Aksara Jawa hanya dibaca secara masal satu kelas sehingga kemampuan setiap anak belum teridentifikasi dengan jelas. Hal ini dikarenakan guru berasal dari luar Jawa sehingga kurang menguasai materi.
Dari tanya jawab (uji/ pretest kemampuan membaca siswa), sebagian besar siswa masih belum hapal aksara Jawa sehingga mereka masih melihat panduan aksara Jawa ketika membaca kata atau frasa. Perhatian, motivasi dan partisipasi siswa semakin lama semakin menurun karena siswa merasa bosan dan sulit membaca aksara Jawa. Apalagi setelah diajarkan materi aksara Jawa sandhangan. Sebagian besar siswa juga masih belum lancar membaca kata, ataupun frasa.
Pada pertemuan kedua, diingatkan kembali materi sebelumnya dengan mengulang membaca beberapa kata dengan aksara Jawa legena dan sandhangan. Peneliti sebagai guru kelas kemudian membagikan Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa) sebagai media pembelajaran (Kocil Aja terlampir).
Kocil Aja yang diberikan berukuran kertas A4 (21 x 29,7 cm). Kocil Aja yang diberikan pada siklus ini berjudul “Ayo Sekolah”. Kocil Aja “Ayo Sekolah” terdiri dari 3 lembar dengan masing-masing 2 gambar per lembar. Kocil Aja “Ayo Sekolah” tidak berwarna (hitam-putih). Kocil Aja yang digunakan pada pertemuan ini tidak diuji melalui validasi media. Media dianggap sudah baik untuk media pembelajaran dalam menyampaikan materi aksara Jawa. Dengan diberikannya Kocil Aja, siswa terlihat lebih antusias dalam membaca aksara Jawa. Siswa lebih bersemangat membaca aksara Jawa. Perhatian siswa, motivasi, dan partisipasi siswa meningkat setelah siswa diberi Kocil Aja.
Namun, kemampuan mereka dalam membaca aksara Jawa masih belum seluruhnya meningkat secara signifikan. Sebagian besar siswa masih memerlukan panduan aksara Jawa dalam menerjemahkan bentuk aksara Jawa dalam Bahasa Jawa.
Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti untuk refleksi menghasilkan bahwa siswa sulit menghapal aksara Jawa, perhatian dan motivasi siswa pun tidak maksimal ketika medianya hanya berupa tulisan saja. Keterbatasan strategi menjadikan pembelajaran Bahasa Jawa khususnya membaca aksara Jawa kurang menarik.
Refleksi mengarah pada simpulan mengenai adanya peningkatan perhatian, motivasi, dan partisipasi siswa dengan adanya Kocil Aja. Untuk keterampilan membaca, tidak terlihat peningkatan secara signifikan karena sebagian siswa masih menggunakan bantuan panduan aksara Jawa untuk membaca kata, frasa, atau kalimat. Oleh karena itu, peneliti merancang siklus II.


2.        Hasil Tindakan Siklus II
Pada siklus kedua ini dilakukan 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, peneliti sebagai guru kelas memberi materi pasangan aksara Jawa. Materi disampaikan dengan metode ceramah bervariasi. Siswa diberi contoh kata dan frasa aksara Jawa yang menggunakan pasangan. Sebagian besar siswa belum hapal pasangan aksara Jawa. Siswa masih seperti pada siklus I, menggunakan panduan aksara Jawa untuk membaca kata atau frasa yang dicontohkan oleh peneliti sebagai guru kelas.
Siswa semakin lama semakin bosan dan kurang memperhatikan pelajaran karena merasa sulit menghapal dan ketika itu setelah pelajaran Bahasa Jawa ada pelajaran Seni Tari. Konsentrasi siswa tidak terlalu fokus ke pelajaran Bahasa Jawa.
Pada pertemuan kedua, siswa diuji kemampuannya dengan pretest praktik membaca beberapa kalimat aksara Jawa dengan tingkat kesulitan berjenjang (soal pretest terlampir). Dari pretest, didapatkan hasil bahwa 2 dari 21 siswa (1 orang tidak masuk) dapat membaca aksara Jawa tanpa panduan aksara Jawa sedangkan sisanya masih memerlukan bantuan panduan aksara Jawa.
Setelah pretest, siswa diberi Kocil Aja yang telah divalidasi (validasi media terlampir). Siswa terlihat sangat senang ketika mendapat Kocil Aja. Kocil Aja yang diberikan berbeda dengan Kocil Aja yang digunakan pada siklus I. Kocil Aja yang digunakan pada siklus II lebih kecil, berukuran kertas A5 (15 x 21 cm), berwarna dan berjudul “Ana Uler”.
Dengan diberikannya Kocil Aja, siswa terlihat lebih antusias dalam membaca aksara Jawa. Siswa lebih bersemangat membaca aksara Jawa. Perhatian siswa, motivasi, dan partisipasi siswa meningkat setelah siswa diberi Kocil Aja.
Namun, kemampuan mereka dalam membaca aksara Jawa masih belum seluruhnya meningkat secara signifikan. Sebagian besar siswa masih memerlukan panduan aksara Jawa dalam menerjemahkan bentuk aksara Jawa dalam Bahasa Jawa.
Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti untuk refleksi menghasilkan bahwa siswa sulit menghapal aksara Jawa, perhatian dan motivasi siswa pun tidak maksimal ketika medianya hanya berupa tulisan saja. Refleksi mengarah pada simpulan mengenai adanya peningkatan perhatian, motivasi, dan partisipasi siswa dengan adanya Kocil Aja. Untuk keterampilan membaca, tidak terlihat peningkatan secara signifikan karena sebagian siswa masih menggunakan bantuan panduan aksara Jawa untuk membaca kata, frasa, atau kalimat. Siklus dicukupkan sampai siklus II karena keterbatasan waktu.

3.        Peningkatan Keterampilan Membaca Aksara Jawa
Setelah tindakan, keterampilan membaca aksara Jawa siswa tidak meningkat secara signifikan. Namun, perhatian, motivasi, dan partisipasi siswa meningkat setelah pembelajaran Bahasa Jawa khususnya membaca aksara Jawa diberikan dengan media Kocil Aja (Komik Cilik Aksara Jawa).

4.        Jadwal Kegiatan
No
Kegiatan
Bulan
1
2
3

1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4

1.
Pembuatan dan pengusulan proposal













2.
Penyusunan instrumen













3.
Pegurusan perizinan













4.
Siklus I













5.
Analisis hasil Siklus I













5.
Siklus II













6.
Analisis hasil













7.
Penyusunan laporan















E.       Realisasi Biaya
No
Nama
1
Foto Copy
Rp. 82.500
2
Pastel
Rp. 33.750
3
Jilid
Rp. 9.000
4
Print
Rp. 121.000
5
Lakban
Rp. 3.500
6
Map
Rp. 1.500
7
Kenang kenangan
Rp. 150.000
8
Cetak + jilid komik
Rp. 200.000
Jumlah
Rp. 601.250



BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan terhadap data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kocil Aja untuk pembelajaran membaca aksara Jawa tidak dapat meningkatkan keterampilan membaca askara Jawa SD Negeri Suryowijayan, Yogyakarta secara signifikan. Hal ini dikarenakan sebagian siswa masih menggunakan bantuan panduan aksara Jawa untuk membaca kata, frasa, atau kalimat. Namun, penerapan Kocil Aja dapat meningkatkan perhatian, motivasi, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran membaca aksara Jawa.

B.       Saran
Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut.
1.         Pembelajaran Bahasa Jawa khususnya aksara Jawa di SD hendaknya bervariatif dan menggunakan media yang menarik agar siswa lebih termotivasi sehingga keterampilan membacanya pun dapat meningkat.
2.         Media pembelajaran yang digunakan hendaknya divalidasi dengan baik.




DAFTAR PUSTAKA

Andi Perdana Gumilang. 2010. Galakkan Buku untuk Kemajuan Bangsa (Online). http://www.mediaindonesia.com/citizen_read/503. Diakses pada 17 Februari 2011 pukul 07.24

Arief S. Sadiman, dkk. 2009. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Baumfield, Vivienne, dkk. 2009. Action Research di Ruang Kelas. Jakarta: Indeks.

Devi Zatul. 2011. Bentuk-Bentuk PTK. http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2184709-bentuk-bentuk-ptk/. Diakses pada 22 Agustus 2011 pukul 08.58

Guntur Angkat. 2004. Selintas Sejarah Komik Indonesia (Online). http://re-searchengines.com/art05-72.html. Diakses pada 9 Mei 2011 pukul 06.24

Hasan Alwi. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hendiva87. 2010. Bicara Sejarah Komik (Online). http://hendiva87. blog.friendster.com/2010/02/bicara-sejarah-komik. Diakses pada 9 Mei 2011 pukul 06.34

Introko, dkk. 2004. Materi Muatan Lokal Wajib DIY Sinau Basa Jawa Kanggo Kelas V Sekolah Dasar. Yogyakarta: Yudhistira.

M. Sahid. 2010. Aksara Jawa, Cikal-Bakal Sejarah Jawa (Online). http://www.ptun-yogyakarta.go.id/index.php/Berita-utama/aksara-jawa-cikal-bakal-sejarah-jawa.html. Diakses pada 7 Mei 2011 pukul 16.00

M. Subana dan Sudrajat. 2001. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: Pustaka Setia.

Rita Eka Izzaty, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.

Sam Muharto dan W. Nataatmaja. 2004. Trampil Basa Jawa. Solo: Tiga Serangkai.

Sasno. 2011. Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Jawa Nglegena melalui Penggunaan Metode ”Ragapaya” pada Siswa Kelas III SD Negeri 2 Purbalingga Lor Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 (Online). http://galor2.sch.id/index.php?option=com_ content&view= article&id=43:ragapaya&catid=11:berita-terkini&Itemid=18. Diakses pada 7 Mei 2011 pukul 21.00

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

LAMPIRAN

1.    Biodata Dosen Pembimbing
a.    Nama Lengkap         : Arif Rohman, M.Si
b.    NIP                          : 19670329 199412 1 001     
c.    Jabatan Struktural    : Lektor Kepala
d.   Fakultas                    : FIP
e.    Jurusan                     : FSP
f.     Alamat Kantor         : Jl. Colombo, Karang Malang, Yogyakarta 55281
g.    Alamat Rumah         : Jalan Parangtritis Km.14 Gelangan RT.15
                                                    Patalan, Bantul, Yogyakarta.
h.    Riwayat Pendidikan           : MI Al-Aulad, Demak, lulus tahun 1980
                                                    SMP Futuhiyyah, Demak, lulus tahun 1983
SMAN 1 Demak, lulus tahun 1986
                                                    Sarjana Pendidikan FIP IKIP Yogyakarta, lulus tahun 1992
                                                    Magister Ilmu Sosial PPS Unair, lulus tahun 2001
                                                    Sidang S3 Ilmu Pendidikan PPS UNY sejak tahun 2009
                                                                       
                                                                        Dosen Pendamping



                                                                        Arif Rohman, M.Si.
                                                                        NIP 19670329 199412 1 001

2.    Biodata Ketua Pelaksana Kegiatan
a.    Nama Lengkap                   : Adhy Putri Rilianti
b.    NIM                                    : 09108244062
c.    Prodi                                   : PGSD
d.   Universitas                         : Universitas Negeri Yogyakarta
e.    Alamat Rumah dan No Tel./HP: Pugeran MJ II/ 329 Yogyakarta/
            085643660284/ 08175414231
f.     Alamat email                      : adhyputririlianti@yahoo.com

Ketua Pelaksana



Adhy Putri Rilianti
NIM 09108244062

3.    Anggota Pelaksana Kegiatan I
a.    Nama Lengkap                              : Saryanto
b.    NIM                                               : 10108241115
c.    Prodi                                              : PGSD
d.   Universitas                                     : Universitas Negeri Yogyakarta
e.    Alamat Rumah dan No Tel./HP    : Mento RT3 RW1, Candiroto,
 Temanggung, Jawa Tengah
 085725078289
f.     Alamat email                                 : saryyanto91@yahoo.co.id

Anggota Pelaksana I



Saryanto
NIM 10108241115

4.    Anggota Pelaksana Kegiatan II
a.    Nama Lengkap                              : Ardy Fajar Setyawan
b.    NIM                                               : 10108241089
c.    Prodi                                              : PGSD
d.   Universitas                                     : Universitas Negeri Yogyakarta
e.    Alamat Rumah dan No Tel./HP    : Peterongan, Tegalrejo, Magelang,
 Jawa Tengah
 085726036463
f.     Alamat email                                 : ardylauliet@yahoo.com

Anggota Pelaksana II



Ardy Fajar Setyawan
NIM 10108241089